Ecofarming Center dan Eksotisme Pertanian Organik

Ecofarming Center dan Eksotisme Pertanian Organik - Berkesempatan untuk mengunjungi Ecofarm adalah suatu Jackpot bagi saya. Bagaimana tidak, bisa dapat tugas bawa tamu plus jalan-jalan gratis dan dibayar, itu seperti sambil berenang minum es nata de coco dan ditampari puluhan kotak pizza yang ada isinya.

Ecofarming Center adalah kebun percontohan yang terletak di Bahorok - Bukit Lawang di Wilayah Sumatera Utara. Sesampai disana satu hal yang terpampang jelas dimata saya adalah suasana perkampungan yang begitu sejuk dan areal perkebunan, serta beberapa jenis sayuran yang sedang lucu-lucunya dalam masa pertumbuhan. Tidak hanya itu, mata juga dimanjakan dengan perkarangan luas yang berisi tanaman obatan, areal peternakan, dan perikanan, serta ada biofiltrasi untuk penyaringan air secara alami dengan memanfaatkan tanaman air (eceng gondok, mendong, gelagah) yang tujuannya mencegah kontaminasi air dari luar, serta terdapat juga tempat sampah (organik dan non organik) yang dibuat secara sederhana.
pocket
Ecolodge (tempat saya menginap)
Setelah selesai euphoria sejenak dengan ritual menjepret beberapa foto, saya menghampiri Kak Lina salah satu staff yang bekerja di Ecofarm tersebut. Beliau mengatakan bahwa proses yang berjalan di Ecofarm itu adalah dengan cara memanfaatkan bahan-bahan yang berada di alam. Contohnya seperti rerumputan yang tumbuh di sekitar bedengan dimanfaatkan kembali untuk digunakan sebagai pupuk (tidak dibakar), pembuatan pupuk kompos yang tidak lagi mengambil bahan baku dari luar area Ecofarm karena adanya pemanfaatan dari kotoran ternak.

pocket
Ecofarming Center - Bukit Lawang
Sistem organik yang berjalan di Ecofarm terlihat sangat nyata, mulai dari bangunannya yang memang lebih banyak menggunakan bambu (hasil alam) sebagai kontruksinya. Ada hal unik yang saya lihat disana, yaitu sistem Aquaponik, nah sistem ini sangat saya sarankan bagi yang halaman rumahnya sempit, jadi sistemnya adalah di dalam satu tempat dapat ditanami sayuran (ditengah area) dan kolam ikan di pinggirannya.


pocket
Areal Kebun


Namun untuk menciptakan pertanian organik secara utuh memang memerlukan proses yang lumayan panjang. intinya memang harus sabar-sabar. Contohnya saja, pada tanaman sayuran diperlukan waktu selama dua tahun untuk pemulihan lahan, peralihan dari perlakuan kimia menjadi organik. Lalu dalam perjalanan untuk menjadi organik seutuhnya juga terdapat kelemahan, seperti hasil bisa lebih sedikit (tahap awal) bila dibandingkan dengan pertanian konvensional, dan lebih banyak gangguan hama yang bisa merugikan hasil produksi. Akan tetapi keunggulan dari sistem organik adalah berdampak positif bagi kesehatan karena hasil tanaman tidak mengandung unsur kimia buatan yang dapat merusak sistem metabolisme tubuh (dalam jangka panjang).

***

Hari ke-2 saya fokuskan untuk mencari tahu tentang community development khususnya untuk ibu-ibu. Namun berhubung Kak Lina masih menghadiri rapat di Ecolodge, maka saya menghabiskan waktu untuk berkeliling ecofarm dan mengambil beberapa foto.
Setelah mengambil foto-foto yang menarik, saya membaca beberapa buku tentang tanaman obat, yang salah satunya adalah draft buku mengenai obat-obatan yang memang ditanam di area Ecofarming Center. Ada banyak tanaman yang biasanya tumbuh liar di jalan-jalan, ternyata tanaman liar tersebut termasuk tanaman obat yang banyak manfaatnya untuk pengobatan secara alami, seperti tanaman Gandarusa yang dapat dimanfaatkan untuk obat masuk angin karena bisa dijadikan bahan untuk pembuatan minyak urut. 

pocket
Tanaman Gandarusa
Siang harinya setelah Kak Lina datang ke Ecofarm, saya langsung bertanya bagaimana caranya meyakinkan masyarakat bahwa pertanian organik ini sangat bermanfaat bagi mereka, dan jawaban dari Kak Lina adalah dengan cara kita mempraktikkan hal tersebut secara pribadi terlebih dahulu di dalam kehidupan kita, barulah nantinya setelah masyarakat melihat bukti nyata dari perlakukan kita, setahap demi setahap mereka akan mulai tergerak untuk mengadopsi cara-cara bertani organik tersebut.

Biasanya untuk tahap awal, gerbang masuknya adalah melalui ibu-ibu, Bisa dimulai dari pengelolaan sampah rumah tangga, untuk membuat pupuk. Lalu tahap berikutnya bagaimana meyakinkan ibu-ibu untuk membuat pangan organik tanpa menggunakan penyedap rasa instan, barulah tahap berikutnya ibu-ibu tersebut disugesti untuk membuat tanaman-tanaman yang bermanfaat disekeliling rumah mereka. Tahap akhir adalah memberikan penyadaran tentang kesehatan melalui pertanian organik.
***
Sudah hari ke-3 rupanya, hari ini saya lebih tertarik mempelajari tentang perbandingan masa ketahanan produk organik dan konvensional. Menurut Kak Lina (lagi) produk yang dihasilkan dari perlakuan organik akan tahan lama dan kesegarannya masih bisa terjamin bila dibandingkan dengan hasil dari perlakuan konvensional. Alhasil dengan menerapkan perlakuan organik pada tanaman, berarti kita telah menjaga kesehatan diri sendiri dan keseimbangan lingkungan dari kerusakan.
Lagi asik berdiskusi, berhubung mata saya jelalatan dan tak bisa diam, secara tidak sengaja saya melihat beberapa botol kaca yang dihias dan ada juga kertas daur ulang yang bisa dijadikan barang-barang kerajinan tangan. Namun, karena alat pembuatannya tidak tersedia di Ecofarm, maka Kak Lina merekomendasikan saya untuk menemui Mas Anto di PLH.

Dari rekomendasi Kak Lina, maka saya berkunjung ke PPLH Bahorok, disana ada Mas Yanto yang banyak menerangkan tentang cara mendaur ulang kertas yang sudah tidak berguna lagi menjadi barang yang bisa mempunyai daya jual kembali.
pocket
Hasil dari kertas daur ulang
Dari kunjungan singkat saya ke PPLH Bahorok, pelajaran yang didapat adalah banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi penggunaan sampah, dan hal tersebut bisa kita lakukan dengan kreativitas, kemampuan dan kemauan yang ada pada diri kita masing-masing untuk menjadikan segala sesuatu yang berada di alam ini berguna, karena secara tidak langsung dengan kita mengurangi sampah berarti kita menjaga keseimbangan alam dari siklus kebocoran sampah.
Studi lapangan tersebut saya akhiri dengan berjalan menuju tempat-tempat bersejarah dan bersosialisasi dengan masyarakat setempat.

Pocket Tour and Travel
Mobile/Wa : 0823 6223 5158 
Email: pockettourtravel@gmail.com
fanpage pocket tour and travel
Instagram @tourpocket


0 komentar: